Teknologi Komunikasi Harus Jadi Sarana Pemersatu


Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Pelajar dan Organisasi Kemasayarakatan setempat, menggelar upacara bersama Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 89, Senin 30 Oktober 2017 Pukul 08.00 WIB. Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. AIN Pamero, S.H. bertindak sebagai inspektur dalam upacara yang digelar di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. Upacara tampak khusus karena para peserta upacara hingga inspekturnya menggunakan busana adat. Terkait momen Sumpah Pemuda ini, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. AIN Pamero, S.H. mengatakan, hal yang perlu diperhatikan para pemuda adalah pemanfaatan teknologi komunikasi. Pemuda-pemudi hendaknya dapat memanfaatkan sarana prasarana teknologi komunikasi itu dengan baik, bukan untuk disalah gunakan. “Sekarang ini sarana komunikasi yang begitu mudah malah dijadikan sarana perpecahan, harapan kita teknologi ini harus jadi sarana mempererat persatuan,” tegas Wakil Bupati Kapuas Hulu, saat diwawancarai usai apel bersama.

Wakil Bupati Kapuas Hulu juga mengatakan, teknologi komunikasi bukanlah untuk menyebar isu yang provokatif, seharusnya teknologi tersebut dijadikan sarana tercepat dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. “Sebab itu pemuda harus menggunakan hal ini dengan baik dan positif,”. Keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah memang sangat dibutuhkan, sebab kaum muda mempunyai potensi yang besar, baik dari segi tenaga dan fikiran. Sebab itu dari segi pendidikan pemuda jangan sampai ketinggalan. “Pemuda itu harus punya persiapan yang matang agar mereka menjadi generasi yang tangguh, sebab merekalah yang akan mengganti para pemimpin saat ini,” tutup Wakil Bupati Kapuas Hulu.

Terkait momen Sumpah Pemuda, Masiswi Semeter 3 pada PDD Polnep Kapuas Hulu, Siti Asyura, memaknainya sebagai semangat bagi para pemuda saat ini. Terutama dalam menempuh pendidikan serta mengikuti perkembangan teknologi yang ada. “Pemuda itu harus selalu belajar dan tetap semangat dalam membela Negara. Kemudian dalam pemanfaatan teknologi komunikasi, para pemuda harus bijak,” ucap Masiswi Semeter 3 pada PDD Polnep Kapuas Hulu. Sementara itu Mahasiswa STIT Iqra’ Kapuas Hulu, Hedri Kurnia, memaknai semangat sumpah pemuda sebagai sebuah dorongan untuk mewujudkan pemuda yang produktif dalam menghasilkan karya-karya baru. “Sebagai pemuda kita memang harus kreatif dan infotif menghasilkan hal-hal baru, kemudian kita juga harus berupaya agar budaya luar tidak menghilangkan budaya kita sendiri,” singkat Mahasiswa STIT Iqra’ Kapuas Hulu. (Doc. Bidang SAI-DKIS)

Share Post:

BERITA POPULER