Bupati Kapuas Hulu Apresiasi Keterlibatan Pemuda dalam Festival Seni dan Budaya Dayak Suruk


Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan,  mengajak generasi muda untuk terus melestarikan adat dan budaya warisan leluhur saat menghadiri Festival Seni dan Budaya Ketemenggungan Dayak Suruk ke-V yang digelar di Desa Tekudak, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (27/6/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa festival seni dan budaya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap upaya pelestarian budaya Dayak di Kabupaten Kapuas Hulu.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut seni dan budaya daerah dapat terus berkembang serta diwariskan kepada generasi muda agar tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman.

“Kegiatan ini harus memberikan output dan dampak. Seni dan budaya harus terus berkembang dan dilestarikan sehingga anak-anak muda dapat meneruskan adat budaya nenek moyang hingga masa depan,” ujarnya.

Bupati  juga mengajak para orang tua untuk berperan aktif mengenalkan doa-doa adat, tradisi, serta tarian tradisional kepada anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya.

Ia turut mengapresiasi panitia Festival Seni dan Budaya Ketemenggungan Dayak Suruk ke-V yang telah melibatkan generasi muda dalam kepanitiaan. Keterlibatan tersebut dinilai sebagai langkah positif untuk menumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap budaya daerah.

“Saya mengapresiasi panitia karena melibatkan para pemuda. Ini menjadi cara yang baik untuk menumbuhkan kecintaan mereka terhadap budaya sendiri,” katanya.

Selain itu, Bupati juga menyoroti mulai berkurangnya penggunaan musik tradisional yang dimainkan secara langsung dalam berbagai kegiatan budaya. Menurutnya, penggunaan musik rekaman yang semakin marak dapat mengurangi kesempatan generasi muda untuk mempelajari dan menguasai alat musik tradisional.

Karena itu, ia berharap setiap penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya ke depan lebih mengutamakan penggunaan musik yang dimainkan secara langsung (live) sebagai upaya menjaga keberlangsungan seni musik tradisional.

“Saya berharap ini bisa diubah. Kalau bisa, musik yang mengiringi kegiatan budaya dimainkan secara live sehingga kemampuan bermusik tetap terjaga,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat Dayak Suruk dan masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu untuk menjadikan momentum Gawai Dayak sebagai sarana mempererat persatuan, kebersamaan, serta memperkuat semangat menjaga warisan budaya di tengah keberagaman masyarakat.

Share Post:

BERITA POPULER